Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018

Persiapan Menghadapi Musim Hujan

01.38 26 Comments
5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Untuk Keluarga Dalam Menghadapi Musim Hujan

Hai, Mak-mak semua, bagaimana cuaca didaerah masing-masing? Apa sudah memasuki musim hujan? Atau masih dalam peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Perubahan cuaca membuat semua juga berubah dan semua itu harus diantisipasi, agar dapat melewati musim tersebut.
Sebagai seorang Emak, tentunya ingin anak-anak dan suami tetap lancar menjalankan kegiatan sehari-hari walau cuaca sedang hujan. Tetapi agar semuanya terwujud, Emak harus mempersiapkan segala keperluan dalam menghadapai musim hujan ini. Persiapan apakah itu, yuk simak di bawah ini:

Persiapkan Menu Makanan yang Bergizi

Urusan makanan tentunya Emak yang menngani bukan? Suguhkan makanan yang memenuhi syarat, yaitu 4sehat 5 sempurna. Empat sehat terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan buah, kemudian disempurnakan dengan susu.

Mempersiapkan Bahan Makanan Di Kulkas

Musim hujan terkadang tukang sayur tidak jualan, mau ke pasar becek. Aduh bingung sendiri jadinya, mau beli di warung, kebersihan makan sangat diragukan. Menghadapi kondisi ini, tidak salah Emak menyimpan stok makanan di kulkas, misal: telur, ikan, ayam, dan sayur-sayuran.

Perhatikan Kondisi Rumah

Bukan saja kondisi kesehatan yang harus dipersiapkan, rumah juga harus diperhatikan. Terutama aliran listrik, kabel, dan alat-alat rumah tangga yang mengkhawatirkan pada saat petir. Mengecek kabel listrik amat penting apakah terkelupas atau tidak.

Bersih fasilitas Got dan Pepohonan Sekitar Rumah

Musim hujan identik dengan banjir. Banjir yang disebabkan karena saluran air yang tidak lancar akibat sampah, endapan, dan lain-lain. Adakan gotong royong untuk membersihkan sarana tersebut.
Pohon yang sudah tua dan rindang juga perlu diperhatikan. Pohon tersebut akan rubuh menimpa rumah atau kendaraan jika hujan sangat deras.

Mempersiapkan Cadangan Penerangan

Penerangan cadangan sangat penting ada lagi mempunyai anak kecil. Sediakan penerangan cadangan, agar anak tidak merasa takut.

Demikian persiapan dalam menghadapi musim hujan ya Mak, semoga Emak sekeluarga diberi kesehatan dan keselamatan dalam menghadapinya. Semoga bermanfaat.



Selasa, 16 Mei 2017

MAKNA DIBALIK ACARA PADUSAN DAN NYADRAN MENJELANG RAMADHAN

19.23 0 Comments





MAKNA DIBALIK ACARA PADUSAN DAN NYADRAN MENJELANG BULAN RAMADHAN.

Menyambut bulan Ramadhan diberbagai daerah memililki tradisi yang selalu dilakukan. Hal ini adalah ungkapan dari kegembiraan dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Berbagai macam cara dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Diantaranya ada yang melakukan dengan mengundang makan makan sanak saudara, pergi rekreasi berenang atau mengirinkan bingkisan kekeluarga yang lebih tua.
Di Jawa Tengah kebiasaan menyambut ramadhan ini dilakukan dengan acara berendam atau mandi disumur atau di sumber mata air di tempat tempat keramat. Tradisi ini disebut dengan “Padusan” yang bermakna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih secara lahir dan bathin. Selain itu sebagai pembersihan diri atas segala kesalahan dan perbuatan dosa yang telah dilakukan sebelumnya. Daerah yang melakukan tradisi padusan ini terdapat pada daerah Klaten, Boyolali, Salatiga dan Yogyakarta.
Selain acara Padusan kebiasan lain yang sering dilakukan setiap hari ke 10 pada bulan Rajab adalah ‘Nyadran’.  Keluarga yang berada diluara daerah akan sengaja pulang untuk mengikuti acara Nyadran ini. Karena digunakan sebagai ajang silahturahmi menjelang bulan Ramadhan.
‘Nyadran’ atau ‘Sadran’ berasal dari kata Sodrun yang artinya gila atau tidak waras. Adapun asal muasal terjadinya acara ‘Nyadran’ atau ‘Sadran’ berasal dari, sebelum datangnya Walisongo, masyarakat di pulau Jawa banyak yang masih menyembah pohon, batu bahkan binatang dan itu dianggap tidak waras. 
Selain menyembah mereka juga membawa sesaji berupa makanan dan membaca matra. Kemudian datang para Walisongo yang meluruskan ajaran mereka dan yang wajib disembah hanya Allah SWT. Matra matra yang dibaca diganti dengan doa doa menurut agama islam. Sedangkan sesaji diganti berupa makanan yang biasa dimakan oleh warga.
Pada saat ini Nyadran dilakukan dengan cara doa bersama (tahlil) yang dipimpin sesepuh dusun setempat. Mereka bersama sama memanjatkan doa untuk kakek, nenek, bapak, ibu serta saudara saudara mereka yang tekah meninggal. Selesai berdoa, semua warga menggelar kenduri atau makan bersama. Setiap keluarga membawa makanan sendiri. Uniknya makanan yang dibawa berupa makanan tradiosinal seperti, ayam ingkung, sambal goreng, mangut, urap sayur dengan lauk perkedel, tahu tempe bacem.
Setelah makan bersama warga pulang kerumah masing masing dan saling bermaaf- maafan menjelang bulan Ramadhan.


sumber gambar: m.metrotvnews.com

Kamis, 27 April 2017

Ini yang Sebaiknya Untuk Single Parent

05.56 0 Comments



Ini yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Single Parent
Manusia diciptakan untuk berpasang pasangan. Indahnya saat bersama, saling bekerja sama dalam mengayuh biduk. Suatu cobaan atau takdir yang harus dihadapi mengakibatkan suatu perpisahan. Entah itu bercerai atau ditinggal meninggal. Jika ditinggal meninggal ini adalah takdir yang tidak dapat dihindari. Jika perpisahan akibat dari perceraian maka harus menghadapi cibiran dari masyarakat sekitar serta beban sosial yang menguji mental, berupa suara sumbang, anggapan miring atau sulitnya mendapat tempat dalam masyarakat. Pada saat perpisahan terjadi siap ataupun tidak siap harus dihadapi untuk melanjutkan roda kehidupan bersama buah hati. Mudah kah menjadi single parent? Jawabnya “TIDAK”. Lalu apa yang harus dilakukan jika kejadian ini terjadi?
Kalau perpisahan disebabkan karena salah satu pasangan meninggal dunia maka yang dilakukan adalah:
1.      Yakin Allah SWT sudah memberikan jalan terbaik.
2.      Yakin Allah tidak akan menyia- nyiakan hambanya yang menerima keputusan dan mendekat sebanyak mungkin pada NYA.
3.       Jika ingin menikah lagi, pasrahkan pada Allah dan minta bantuan orang yang saleh untuk mencarikan.
4.      Jangan bernostalgia dengan hal hal yang bisa menjadikan terpuruk.
5.       Selalu berkomunikasi dengan anak anak.
6.       Hilangkan negative thinking, yaitu bahwa keadaan ini bukan akhir dari segalanya.

Kalau perpisahan disebabkan karena bercerai yang harus dilakukan adalah :
1.       Single parent harus berperan sebagai ibu sekaligus sebagai bapak atau sebaliknya, maka harus tegas dan jangan memanjakan anak.
2.      Harus bersabar dengan keadaan yang ada, menjadi tulang punggung keluarga dan pendidik anak.
3.      harus intensif mendampingi anak jangan sampai ibu atau bapak terlalu sibuk bekerja, tapi melupakan hal hal yang mendasar yang perlu dimiliki anak seperti kasih sayang.
4.      banyak berkomunikasi dan mengingatkan anak.
5.      hadapi semua ini dengan bijak, tegar, menjaga kehormatan, semangat dan tetap berorientasi pada hari esok lebih baik.
Perpisahan adalah hal paling dimurkai oleh Allah SWT, boleh tapi tidak baik untuk dilakukan. Setiap perpisahan pasti menghadirkan kesedihan. Tapi jangan larut terlalu lama karena jalan didepan masih panjang dan harus dilalui dengan ketangguhan sendiri. Meski berat, single parent tidak harus terbebani untuk menjadi “Super mama” atau “Super bapak”. Juga tidak perlu marasa tidak tidak mampu, tidak layak, apalagi tidak lengkap. Cukup jalani semua dengan tulus, ikhlas dan penuh tanggung jawab. Aamiin....
Semoga bermanfaat.

Rabu, 26 April 2017

MASIH SUKA BERGOSSIP? Ssst...INI LHO 5 EFEK BURUK JIKA KAMU SERING BERGOSSIP

23.14 0 Comments


MASIH SUKA BERGOSIP? Sst...., INI LHO 5 EFEK BURUK JIKA KAMU SERING BERGOSIP
Kegiatan membicarakan sesuatu sering disebut dengan Ghibah atau Gossip. Ghibah berasal dari kata Ghibyang yang artinya tak tampak. Jadi Ghibah berarti menggunjing atau membicarakan aib ( keburukan ) orang menimbulkan rasa tidak suka jika orang tersebut mengetahuinya.
Mengapa orang cenderung berghibah? orang suka berghibah karena setiap orang butuh harga diri positif,dan orang yang biasa berghibah biasanya adalah orang yang tidak memiliki Achievement Personal ( pencapaian pribadi ) yang kuat dan Personal Identity ( identitas personal ) yang cukup untuk bisa membuatnya memiliki Self Esteem. Dalam konteks ghibah, saat membicarakan kejelekan orang, seseorang seolah mendapatkan Self Esteem karena sejenak merasa bahwa kehidupan yang dighibahkan lebih buruk darinya. Padahal secara nyata bisa jadi yang buruk adalah kehidupan orang yang berghibah. Sehingga dibutuhkan pembanding yang lebih buruk lagi.
Lalu apakah ghibah berbahaya bagi psikologi manusia? Jawabnya sangat berbahaya. Seseorang itu akan  mengeluarkan   sesuatu yang positif jika dia diisi dengan hal yang positif pula.
Seseorang yang sering menerima pesan negatif diotaknya, maka hatinya pun akan tercemari kesan yang negatif. Bukan hati secara fisik, melainkan kejiwaan kita. Semua ini berlangsung tanpa kita sadari. Saat hati sudah negatif, maka yang keluar lewat lidah tentunya negatif. Lidah menjadi mudah menyakiti orang lain.
  
Lima efek buruk jika sering bergossip ( berghibah) adalah :
1.      Bergossip mengunakan lidah yang hanya sebagian kecil dari tubuh. Lidah lentur tidak bertulang namun dibalik kelenturannya tersimpan kedahsyatan. Jika digunakan untuk berucap yang baik akan membawa kebaikan, digunakan untuk berucap yang tidak benar maka akan menjadi pedang yang terhunus yang dapat membabat diri sendiri atau orang lain akibat ucapan tersebut.
2.      Bergossip ( berghibah ) dapat dianggap memakan bangkai saudaranya sendiri maka perbuatan bergossip dianggap menjijikan.
3.      Bergossip ( berghibah ) akan berdampak negatif pada kesehatan. Contoh jika mendengar kesuksesan orang lain pasti anda akan berbuat lebih baik dari orang yang digossipkan. Padahal hal tersebut dapat membuat anda stres, tertekan bahkan depresi.
4.      Bergossip ( berghibah ) dapat menimbulkan penyakit hati, jika mendengar atau melihat orang sukses akan merasa sakit hati dan jika melihat orang menderita merasa senang.
5.      Bergossip ( berghibah ) akan mengakibatkan pergaulan dikucilkan atau dijauhi orang sekitar karena takut aib dan berita berita yang tidak benar akan tersebar.
Mengingat berghibah sangat berbahaya bagi psikologi kita maka jauhilah berghibah. Ada beberapa cara agar jauh dari berghibah  yaitu diantaranya:
1.     Menahan diri dari komentar negatif tentang orang lain.
2.    Bergaul dengan orang orang menjaga diri dari ghibah, mengingat ganjaran dosa    berghibah setiap kali ingin melakukannya.
3.    Senantiasa berprasangka baik.
4.    Mengutamakan, menyibukkan diri dengan aib diri sendiri.

 Dengan mengingat bahwa menahan diri dari ghibah tidaklah mudah, karena ghibah adalah “ godaan yang terbarat “ bagi orang orang yang sholeh. Namun Allah maha tahu dan maha tepat perhitungannya, jika kita berniat kuat dan berusaha untuk menghindari ghibah.
Semoga bermanfaat.

Follow Us @soratemplates