Tampilkan postingan dengan label Bacaan ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan ringan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2019

Mimpi Manis dan Kecoa

08.18 0 Comments

Mimpi Manis dan Kecoak
                        By A Nitha N

Tunggu aku ... Tangan Audi menggapai-gapai.
Jangan tinggalkan aku ...
Astaga!!! Apasih ini, yang ngeremet-ngeremet dikaki?
Kecoa, kecoa ... Teriak Audi, digelap malam itu.
Sambil menghempas-hempaskan rok panjangnya, Audi bersumpah serapah.
Binatang yang merupakan musuh bebuyutannya, datang menggoda disaat keadaan genting.
Di mana aku saat ini? Begitu gelapnya dan dingin yang merasuk. Apa aku harus berdiam diri, menunggu ada yang menolong?
Tidak !!! aku harus ambil langkah seribu, sebelum kecoak-kecoak itu datang menyerang lagi. 
Dengan tenaga yang tersisa, Audi berlari menembus gelapnya malam.
Napas yang terengah-engah, peluh bercucuran, Audi semakin mempercepat langkah larinya.
Tuhan ... Temukan aku dengan secercah cahaya.
Tuhan ... Temukan aku dengan seseorang yang dapat menolongku. Doa Audi dalam larinya.
Entak berapa jauh Audi berlari.
Alhamdulillah..., Ada secercah cahaya, aku harus sampai disana.
Sampai disebuah gubuk, sumber dari cahaya, Audi menghentikan langkah.
Tiba-tiba terasa ada yang menggeremeti kakinya kembali. 
Kecoak, kecoak...!!! Teriak Audi memecah keheningan malam.
Tiba-tiba pintu gubuk terbuka, “ada apa, ada apa...?” Tanya seorang pemuda, memegang bahu Audi.
Mata Audi masih terpejam dan berjingkat-jingkat karena ketakutan.
Betapa terkejutnya Audi, ketika matanya terbuka, pemuda di hadapannya Fauzan, kakak kelas yang ia taksir.
“Ada apa, ada apa, Audi?” Fauzan memeluk Audi.
“Kecoak, kecoak, kak” sahut Audi dalam pelukan Fauzan.
                                       000
“Audi, Audi, ayo bangun, salat subuh dan siap-siap sekolah, ini hari Senin, macet di mana-mana” ibu membangunkan Audi.
Sambil mengucek-ngucek mata, audi menggerutuh, “ibu-ibu..., kenapa bangunin Audi?” 
Ah...ternyata aku hanya bermimpi bertemu Fauzan. Mimpi yang indah, dipeluk olehnya, tapi ada kecoak disela-sela mimpiku, sungguh menyebalkan.😬😬😬😬

Sabtu, 09 Maret 2019

23.58 0 Comments

Terima Kasih Buah Hatiku karena Kalian Membuat Aku Menjadi Wanita Sempurna

Setelah menjalani masa perkenalan selama Tiga Tahun, dan hubungan jarak jauh, akhirnya ku mantapkan diri ia menjadi imamku serta pendampingku. 
Tidak menunggu lama, jalinan itu akhirnya tumbuh dalam rahimku. Binggung? Harus bagaimana? Dan aneh merasakan perubahan dalam tubuh. Walau pada saat itu usiaku telah memasuki 25 tahun.
Setiap anak memiliki kenangan tersendiri pada saat mereka lahir dan Alhamdulillah mereka lahir normal.
Anak pertama lahir, terjadi malam hari pukul 21.22. Tanda lahir berupa flek telah keluar dari pagi hari, tetapi aku masih di rumah untuk masak suami jika pulang nanti. Aku berangkat ke rumah sakit pada siang hari setelah luhur diantar adik.
 Pada saat itu jalan menuju rumah sakit masih jelek, maka aku terguncang-guncang di dalam angkot sambil menahan rasa sakit.
Masuk ruang bersalin, sudah ada tiga orang ibu yang juga mau melahirkan. Syukur Alhamdullilah, di antara ibu-ibu tersebut aku yang lebih dahulu melahirkan baru diikuti yang lainnya.
Anak kedua dan ketiga lahir di rantau karena suami ditugaskan di luar pulau jawa. Demikian juga dengan kedua ini mempunyai cerita dan kenangan yang tidak akan terlupakan.
Terima kasih buah hatiku karena kalian telah membuat aku menjadi wanita sempurna, I love you all

Selasa, 05 Maret 2019

14.35 0 Comments
~Terima Kasih~

Berjumpa, dan bersama dalam satu ikatan.
Berjumpa, dan menyatukan tekad kita berdua
Berjumpa, menyatukan dua watak berbeda
Berjumpa, saling mempelajari karakter

Zawjid, usia kita yang jauh berbeda
Zawjid, kita berasal dari daerah yang berbeda
Zawjid, kebiasaan kita pun berbeda
Zawjid, tapi kita punya satu tujuan, keluarga yang sakinah Mawadhah Warahmah

Lima tahun pertama mulai terasa gesekan itu
Entah karena perbedaan usia yang jauh sehingga segala gerakku, segala lakuku ingin kau atur.

Mungkin engkau tidak percaya padaku
Mungkin engkau tidak percaya akan mampuku
Mungkin engkau ragu akan tugasku sebagai seorang istri
Mungkin, mungkin, dan mungkin 🙍

Tapi berjalannya waktu, aku mulai mengetahui, memahamimu
Terima kasih untuk mu zawjid
Terima kasih telah menerima segala kekuranganku
Terima kasih telah menerima segala keras kepalaku
Terima kasih telah membimbingku
Terima kasih telah menuntunku
Terima kasih telah menerimaku apa adanya
Terima kasih dan terima kasih, karena tidak cukup untuk ku tuangkan semua

Baru ku pahami yang selama ini kau lakukan karena aku dan anak-anak adalah tanggung jawabmu dunia dan akhirat. Sebuah tugas yang berat bagi seorang zawjid.

01.01 2 Comments
~Jaga Selalu Hatimu Saat Jauh dariku~

Ada pertemuan, ada perpisahan. Kata perpisahan dan berpisah dua kata yang tidak enak untuk dibayangkan. Berpisah antara suami istri ada yang disebabkan karena bercerai hidup atau mati. 
Bercerai hidup tidak ada yang menginginkan. Tapi jika itu adalah jalan yang terbaik, apa salahnya untuk ditempuh, walaupun Allah tidak menyukainya.
Selama menjalankan biduk rumah tangga saya sering berpisah dengan suami. Ini disebabkan karena ia harus menjalankan tugasnya. Sebagai seorang engineer ia harus siap ditempatkan di mana saja demi memenuhi keperluan keluarga.  
 Berpisah dengan suami saya harus berperan ganda. Hal yang paling berat yang harus dihadapi jika ada anak sakit, tidak ada tempat untuk berbagi walau ada keluarga, tetapi tetap berbeda.
Berpisah sementara ini membuat saya belajar untuk dapat menghadapi segalanya sendiri, untuk hal yang ringan. Namun jika ada permasalahan yang berat saya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengannya.
Saat yang paling menyenangkan adalah pada saat kami saling berhubungan lewat gawai. Saya akan merasakan debar-debar rindu jika mendengarkan suara “halo” darinya, bagai pasangan yang sedang berpacaran 💑. Pada saat ia pulang untuk menengok keluarga juga suatu hal yang paling mendebarkan bagi saya. Saya akan bersolek, memasakan makanan kesukaannya, dan menata rapi rumah dan kamar kami. Semua ini demi menyambut ia yang berpisah untuk sementara. 

Follow Us @soratemplates