Sabtu, 26 Mei 2018

Gaza I'm coming

08.52 0 Comments




Gaza I'm Coming

Review buku  Gaza I’m Coming
Judul                   : Gaza I’m Coming
Penulis                : Ainum Ainan  Takhsyaallah
Jumlah Halaman : 251
Penerbit               : Syafirah

Gaza I’m Coming
Berkisah tentang seorang junalis yang tomboy, Devina El-Azzam, bekerja sebagai jurnalis di majalah D’Islamic. Devina mengelola dua rubric khusus tentang dunia Islam dan opini. Devina mempunyai idealisme untuk mengislamkan pers Indonesia.
Menuju Gaza adalah impiannya , dan tanpa diduga Devin mendapat tugas meliput ke Gaza. Bermulai Devin adalah gadis tomboy, yang berubah setelah sering mendapatkan email yang berisikan tausyiah-tausyiah dari Av-Rous, pemuda misteri yang suatu saat ingin dijumpainya .
“Devina, anti adalah seorang jurnalis muslim yang cerdas, rambut adalah mahkota wanita yang wajib dijaga dari pandangan lelaki. Bukalah tafsir al-Quran surat AL-Ahzab. Di sana Allah memerintahkan kaum wanita untuk menutupnya, temukan makna hidupmu Devina, jurnalis kebanggaan D’Islamic…(13)

Awal yang menarik dari buku ini menggambar sang tokoh belum lama mengenal islam tapi ia berusaha menemukan jati diri menjadi seorang muslimah di tengah karirnya mengejar berita.
Devina berangkat ke Gaza dengan rombongan dokter Ibnu dari Ikatan Dokter Indonesia. Devina ditugaskan bersama seorang teman rekan sekantor, jurnalis berwajah cool bernama Misy’Al Syuhada, yang bukan muhrimnya. Awalnya Devina sempat menolak, namun karena pertimbangan deri direktur kantor, akhirnya ia berangkat bersama rombongan dokter, yang di dalamnya ada seorang dokter perempuan yang bisa menjadi mahramnya sementara.


  Sesampai di Mesir, sebelum memasuki perbatasan Raffa menuju Gaza, sebuah kejuatan tak diperkirakan sama sekali dalam kehidupan Devina. Sang dokter memintanya untuk menikah dengan Misy’Al, dengan pertimbangan keamanan dan perlindungan. Berat bagi Devina karena ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap pemuda tersebut. Namun akhirnya Devina menyanggupi dengan syarat hanya dua pecan, selama tugas.
Kisah yang menarik, sebuah tugas yang berat harus ditebus dengan pengorbanan yang berat juga, menikah dengan orang yang tidak dikenal dengan baik, selain karena rekan kerja dan semua ini demi keamanannya. Seorang wanita harus dilindungi di manapun ia berada.
Setelah pernikahan Devina akhirnya leluasa dalam menjalankan tugasnya ditemani suami sementaranya.
Dilangit Gaza cinta mulai bersemi (67), Dengan menikah Devina lebih leluasa dalam mengejar berita karena ada Misy’Al yang sam-sama bertugas. Tetapi pada saat keduanya sedang memburu berita sebuah peluru dilontarkan pada keduanya. Devina tercekat, pelura mengenai tangan Misy’Al, akhirnya mereka bersembunyi hingga malam tiba. Malam pertama Devina dan Misy’Al dibawah langit Gaza.
Dari cuplikan di atas bahwa cinta itu hadir pada saat yang tepat di mana kedua manusia merasakan peristiwa yang sama pada suatu ikatan yan sah.
Bagian akhir dari buku ini, kisah semakin menarik. Membuat rasa penasaran pembaca untuk mengetahui perjalanan seorang juranalis Devina yang penuh liku. Dibungkus dengan aroma cinta dalam suasana desing peluru. Rasa cinta, kasih, dan sayang tumbuh diaroma mesiu dan desing peluru.
Buku yang sangat recommend buat yang gemar berpetualangan dan mengenal dunia jurnalisme.

Selasa, 16 Mei 2017

MAKNA DIBALIK ACARA PADUSAN DAN NYADRAN MENJELANG RAMADHAN

19.23 0 Comments





MAKNA DIBALIK ACARA PADUSAN DAN NYADRAN MENJELANG BULAN RAMADHAN.

Menyambut bulan Ramadhan diberbagai daerah memililki tradisi yang selalu dilakukan. Hal ini adalah ungkapan dari kegembiraan dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Berbagai macam cara dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Diantaranya ada yang melakukan dengan mengundang makan makan sanak saudara, pergi rekreasi berenang atau mengirinkan bingkisan kekeluarga yang lebih tua.
Di Jawa Tengah kebiasaan menyambut ramadhan ini dilakukan dengan acara berendam atau mandi disumur atau di sumber mata air di tempat tempat keramat. Tradisi ini disebut dengan “Padusan” yang bermakna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih secara lahir dan bathin. Selain itu sebagai pembersihan diri atas segala kesalahan dan perbuatan dosa yang telah dilakukan sebelumnya. Daerah yang melakukan tradisi padusan ini terdapat pada daerah Klaten, Boyolali, Salatiga dan Yogyakarta.
Selain acara Padusan kebiasan lain yang sering dilakukan setiap hari ke 10 pada bulan Rajab adalah ‘Nyadran’.  Keluarga yang berada diluara daerah akan sengaja pulang untuk mengikuti acara Nyadran ini. Karena digunakan sebagai ajang silahturahmi menjelang bulan Ramadhan.
‘Nyadran’ atau ‘Sadran’ berasal dari kata Sodrun yang artinya gila atau tidak waras. Adapun asal muasal terjadinya acara ‘Nyadran’ atau ‘Sadran’ berasal dari, sebelum datangnya Walisongo, masyarakat di pulau Jawa banyak yang masih menyembah pohon, batu bahkan binatang dan itu dianggap tidak waras. 
Selain menyembah mereka juga membawa sesaji berupa makanan dan membaca matra. Kemudian datang para Walisongo yang meluruskan ajaran mereka dan yang wajib disembah hanya Allah SWT. Matra matra yang dibaca diganti dengan doa doa menurut agama islam. Sedangkan sesaji diganti berupa makanan yang biasa dimakan oleh warga.
Pada saat ini Nyadran dilakukan dengan cara doa bersama (tahlil) yang dipimpin sesepuh dusun setempat. Mereka bersama sama memanjatkan doa untuk kakek, nenek, bapak, ibu serta saudara saudara mereka yang tekah meninggal. Selesai berdoa, semua warga menggelar kenduri atau makan bersama. Setiap keluarga membawa makanan sendiri. Uniknya makanan yang dibawa berupa makanan tradiosinal seperti, ayam ingkung, sambal goreng, mangut, urap sayur dengan lauk perkedel, tahu tempe bacem.
Setelah makan bersama warga pulang kerumah masing masing dan saling bermaaf- maafan menjelang bulan Ramadhan.


sumber gambar: m.metrotvnews.com

Jumat, 28 April 2017

MENS SANA IN CORPORISANO

00.17 6 Comments




MENS SANA IN CORPORISANO

Istilah Mens Sana In Corporisano  dalam bahasa latin berarti “Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” , atau sebaliknya” Didalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat “. Kata sehat adalah harga mahal yang dimiliki setiap manusia, sebagai anugrah yang paling berharga dari Allah SWT. Dalam keadaan sehat kita dapat melakukan berbagai aktivitas mengisi hari dan memenuhi kebutuhan hidup. Lalu bagaimana untuk mencapai hidup yang sehat? Banyak yang dapat dilakukan untuk mencapai hidup sehat yaitu, berolah raga, pola makan yang seimbang dan sehat, serta istirahat yang cukup.

Salah satu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh adalah tangan kita sendiri. Tahukan anda, berapa banyak kuman jahat  berawal dari tangan yang kotor? Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit?

 Tentu saja dengan mencuci tangan setiap kali selesai beraktivitas.
Namun mencuci tanganpun ada caranya lo, mau tahu caranya? Berikut penjelasannya



1.      Ratakan sabun dengan menggosok pada kedua tangan.

  
 

2.      Gosok punggung tangan dan sela sela jari, lakukan pada kedua tangan.



3.      Gosok kedua telapak dan sela sela jari kedua tangan.




4.      Gosok punggung jari kedua tangan dengan posisi tangan saling mengunci

 
    
5.      Gosok ibu jari kiri dengan diputar dalam genggaman tangan kanan, lakukan juga pada tangan satunya


6.      Usapkan ujung kuku tangan kanan dengan diputar ditelapak tangan kiri, lakukan juga pada tangan satukan kemudian dibilas.


Selain dari pada itu pada saat batuk harus diperhatikan adalah berikut :



  

Gb 1.
1.      Saat batuk, tutup mulut dan hidung dengan tissue




Gb 2.

2.      Jika tidak ada tissue tutuplah mulut dan hidung dengan tangan dan lengan baju anda.


    
Gb 3. 
   
3.      Cucilah tangan setelah batuk atau bersin dengan air mengalir atau dengan larutan mengandung alkohol


   
Gb 4.
4.      Buang tissue pada tempat yang tersedia.


Dengan menjaga kebersihan kedua telapak tangan kita, maka pintu menuju sehat akan tercapai dan istilah “ Mens Sana In Corporisano “ akan terbukti.
Semoga bermanfaat.

Follow Us @soratemplates